Friday, 3 June 2016

HENTIKAN KEBIASAAN ANAK GIGIT KUKU DENGAN TRIK

Hasil gambar untuk anak GIGIT KUKU

Bantu hentikan kebiasaan buruk anak menggigit kuku dengan : 

1. Cari tahu penyebab
Pendidik dan salah seorang penulis buku Becoming the Parent You Want to Be, Janis Keyser, menyebutkan bahwa langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah mencari tahu penyebab utamanya. Bisa saja kepindahan yang tiba-tiba, perceraian orangtua atau sekolah baru memberikan tekanan tersendiri bagi anak, sehingga menyebabkan ia melakukan perilaku menggigit kuku. Anda perlu membicarakannya secara khusus dengan anak atau pancing dia dengan pertanyaan-pertanyaan yang menjebak.

2. Alihkan perhatiannya
Jika balita mulai menggigit jari, coba berikan mainan yang dapat mengalihkan perhatiannya, seperti boneka, playdoh, lego atau mainan lain yang dapat membuat dia sibuk. Jika ada waktu, ajaklah anak bermain di luar rumah bersama.

3. Jangan dipaksa
Seperti kebiasaan lain yang dilakukan saat gelisah, bisa jadi menggigit kuku dilakukan anak secara tidak sadar. Dengan begitu, percuma saja Anda menghukumnya. Memaksa menghentikannya malah akan membuat anak melakukannya terus menerus. Tegaslah dengan membatasi waktu di mana anak tidak Anda perkenankan menggigiti kuku, seperti saat makan bersama keluarga. Lalu kurangi frekuensinya sedikit demi sedikit.

4. Jaga kebersihan tangan
Ajari balita menjaga kebersihan tangan, misalnya memotong kuku. Untuk menghentikan kebiasaan ini, orangtua perlu memastikan bahwa Anda rutin memotong kuku anak. Jangan biarkan kuku tumbuh terlalu panjang supaya balita tidak punya kesempatan untuk melakukan kebiasaannya. Ajarkan juga anak untuk selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah makan serta setelah bermain. Beri penjelasan bahwa tangan mengandung banyak bakteri dan kuman sehingga dengan memasukkan tangan ke mulut dapat membuatnya sakit. Gunakan bahasa tepat untuk anak-anak, dan hindari menakut-nakutinya.

5. Bawa ke psikolog
Jika kebiasaan menggigit kuku ini sering dilakukannya hingga kulit jarinya terkelupas atau berdarah, Anda patut khawatir. Apalagi jika ditambah dengan perilaku mengkhawatirkan lainnya, seperti mencabut rambut, pola tidur yang berubah hingga mengggigit temannya. Sebaiknya bawa balita ke dokter anak atau psikolog, mengingat kebiasaan menggigit jari ini dapat menjadi tanda adanya kecemasan yang berlebihan.

MENGAJARKAN BALITA MENGELOLA EMOSI


Hasil gambar untuk anak emosi
Gejolak emosi seperti marah dan sedih, kerap dialami anak. Ada anak yang sudah mengerti perasaanya, ada pula yang belum. Ada anak yang belum paham emosi yang ia rasakan disebut marah, sedih, kesal atau kecewa. Cara mengungkapkannya pun belum tepat, sehingga mereka sering mengamuk, atau sebaliknya diam saja memendam kemarahan. Ajarkan dia mengelolah emosinya secara benar dengan melakukan langkah-langkah berikut ini:
  • Mengenali emosi. Bantu balita mengenali bermacam perasan yang dialaminya dan beritahu sebutan semua emosi itu. Anda bisa menggunakan alat bantu berupa stiker atau gambar sederhana yang mewakili emosi tertentu, seperti gambar mr.smiley sedang tertawa, sedih atau menangis. Setiap kali anak mengekspresikan salah satu perasaan itu, tunjukkan stiker atau gambar itu padanya.
  • Menentukan batas. Setelah anak mengenali jenis emosi yang dialaminya, langkah berikut adalah membantunya menentukan batas ketahanan emosi. Misalnya, ketika batas ketahanan emosi. Misalnya, ketika anak gagal melakukan sesuatu secara berulang-ulang, sehingga ia mulai terlihat putus asa, gerakannya semakin tidak terarah segera minta ia berhenti sejenak untuk beristirahat. Ia bisa melanjutkannya lagi setelah hilang rasa lelahnya.
  • Contoh nyata. Menurut teori pengasuhan anak oleh Denham, Zoller & Couchoud, anak tidak bisa belajar tentang pengedalian emosi secara baik jika ia melihat contoh orang tua yang meledak-ledak. Sebaliknya, menurut para ahli perkembangan anak, orang tua dapat membantu anak secara efisien mengelola kemarahan jika menunjukkan sikap tanggung jawab, tidak agresif saat mengekspresikan kemarahan.
  • Dorongan positif. Setelah mencontohkan bagaimana mengungkapkan kemarahan secara tepat yaitu mengungkapkan dengan jelas perasaan, tanpa merengek atau mengatur emosi sebelum meledak, maka orang tua sebaiknya konsisten memastikan hal ini sebagai sikap yang diharapkan dari anak. Setelahnya, setiap kali anak bisa mengendalikan emosinya secara tepat, kita perlu memujinya. Hal ini akan menjadi penguatan positif buat anak, sehingga dia akan mengulanginya untuk dijadikan kebiasaan.
  • Kesempatan berlatih. Sedetil apa pun teori Anda melatih balita mengelola kesabaran, tidak akan banyak berarti jika tidak dimbangi kesempatan mempraktikannya. Aturlah kesempatan anak bermain dengan teman dari berbagai usia, sehingga dia berinteraksi, menemui beragam sifat yang bisa mengasah pengendalian emosinya.
Kemarahan adalah emosi yang natural dan sehat untuk dipelajari. Tak perlu melarang anak tak boleh marah. Sebagai penyeimbang, latih ia untuk mengungkapkan kebahagiaannya secara tepat sehingga menjadi pribadi yang seimbang. 

Cara Mendidik Anak Agar Taat Kepada Orang Tua

Hasil gambar untuk anak taat kepada orang tua

Mendidik anak merupakan sebuah amanah yang harus kita jalani,dan merupakan sebuah tantangan
dimana kita harus mempunyai jiwa yang besar,karena kadang kala anak membuat kita merasa jengkel
disini saya hanya ingin membagi tips bagaimana caranya mendidik anak agar taat kepada kita sebagai orang tua mereka
hal yang harus diperhatikan adalah :

1 . ajari anak anda peraturan yang berupa kalimat berita bukan perintah
sebagai contoh :
"jangan buang sampah sembarangan" gantilah dengan kata " sampah itu harusnya berada di tempat sampah".
dengan demikian maka si anak tidak merasa sebagai objek perintah tapi akan merasa lebih sebagai subjek yang di perhatikan.

2 . menjelaskan semua peraturan dengan baik dan di bimbing
sebagai contoh :
pada saat anak anda main air anda akan melarang atau memerintah "jangan main air ,nanti basah semua",maka coba anda ganti ucapan
tadi menjadi : "air itu buat mandi,agar tidak basah lebih baik matikan krannya" jika anak anda menolak,anda bisa melakukan sama sama dengan anak anda
sambil berkata "ayo kita matikan krannya "karena seperti yang sudah saya tulis di posting terdahulu,bahwa kita sebagai orang tua adalah seorang model peran bagi anak kita .

3 . jika anak berbuat salah,jangan pernah sandarkan pada pribadinya,tapi harus lebih ke perbuatannya.
sebagai contoh :
jangan katakan "apa yang telah kamu lakukan?" tapi lebih baik seperti kata kata "apa yang kamu lakukan itu tidak baik"
jangan pernah menyifati atau mengatakan dengan kata bodoh atau malas,apalagi dengan kata kata kasar karena kata adalah doa.

4. hargai apa yang anak inginkan
sebagai contoh :
jika anak kita mempunyai suatu keinginan semisal ingin mainan janganlah kita menghardik anak dengan kata kasar,tapi cobalah untuk berkata "kali ini boleh tapi pilih satu ya,yang lain nanti aja lain kali..?

5 . perhatikaan dan pahami anak,kita bisa anggap anak sebagai sahabat atau teman tentu dengan batas tertentu.
sebagai contoh :
jika anak kita berkeluh atau kata zaman sekarang ( curhat ) kita harus memperhatikan bila memang butuh jalan keluar,beri jalan keluar yang menurut kita dan dia yang terbaik
carilah celah agar kita dapat berkomunikasi dari hati ke hati.

6. hindari mengancam kepada anak.
sebab jika kita terlalu sering mengancam agar anak taat kepada kita ,tentu kelak bagi si anak ancaman anda adalah hal yang biasa.

7. beri mereka pujian .
berilah pujian jika pada suatu saat anak melakukan pekerjaan yang baik,semisal mendapatkan nilai yang bagus di sekolah ,kita bisa memberi pujian seperti kata " anak yang pintar ",atau "kamu anak yang hebat" ,itu akan memotivasi anak kita akan lebih baik atau lebih semangat.

mungkin cuma itu yang bisa saya tulis,itupun jujur saya rangkum dari berbagai sumber...

Kenapa Anak Kita Berbohong ?

Hasil gambar untuk anak berbohong

ada beberapa hal yang bisa membuat seorang anak menjadi seorang pembohong:
pada dasarnya yang membuat seorang anak bisa atau tumbuh menjadi seorang pembohong adalah berawal dari lingkungan,seperti yang saya katakan pada posting terdahulu,bahwa lingkungan bisa mempengaruhi kepribadian seorang anak,terutama lingkungan rumah atau keluarga,satu hal yang harus di ingat
bahwa penyebab anak sering berbohong,karena kesalahan kedua orang tua juga,dan kenapa saya berkata demikian (sahabat bisa lihat disini bagaimana cara mendidik anak),sebab jika seorang anak di lahirkan di lingkungan sebuah keluarga yang orang tuanya ,sering marah kemungkinan besarnya si anak akan berkembang menjadi seorang anak yang suka berbohong ini adalah hal yang wajar ,sebab itu adalah sebuah bentuk perlindungan diri untuk si anak,agar tidak terkena marah orang tuanya
mungkin sahabat yang telah di karuniai seorang anak akan merasa sedih,jika anak - anak yang kita besarkan dengan susah payah tumbuh menjadi seorang anak
yang suka berbohong,jangan pernah salahkan anak kita jika anak tumbuh menjadi seorang pembohong tapi lebih pada kita harus berintrospeksi diri "kenapa anak kita seperti itu,apa yang salah dalam kita mendidik anak"?
karena kebohongan yang dilakukan anak seperti yang sudah saya katakan diatas tadi adalah sebuah bentuk perlindungan diri dari rasa takut di marahi
oleh karena itu kita bisa asumsikan bahwa jika orang tua suka memarahi anaknya ,bahkan pada usia dini itu akan berdampak pada perkembangan anak,walhasil anak akan tumbuh dengan kecenderungan suka berbohong
karena setiap bentakan atau hukuman yang kita berikan kepada sang anak,justru akan menambah pandai kebiasaan anak untuk berbohongnya agar terhindar dari kemarahan orangtua
dalam hal ini kita sebagai orang tua harus bisa bertindak tegas terhadap anak "tanpa ada makian,ancaman atau kemarahan yang bisa membuat sang anak ketakutan untuk berkata jujur" tapi lebih kepada memberikan perhatian
dan menerangkan atau menjelaskan bahaya orang yang suka berbohong,
satu hal yang harus kita ketahui sebagai orang tua bahwa seorang anak lebih tertarik melakukan hal yang baik jika di beri contoh,seperti yang saya katakan terdahulu bahwa seorang anak membutuhkan model peran dalam kehidupannya
sebagai panutan.maka ajarkan anak bahwa berbohong itu tidak baik dan sebuah dosa,dan berikan sebuah contoh jika kita menerangkan kepada anak.
tapi pada dasarnya tidak semua kebohongan anak termasuk dalam kebohongan yang berbahaya
ada beberapa hal yang yang sering menyebabkan anak berbohong yang saya ketahui di antaranya :
1.rasa takut jika melakukan kesalahan untuk berkata jujur.(dalam lingkungan orang tua yang sering marah tentunya )
2.mencontoh atau meniru perilaku kita sebagai orang tua (jika kita berbohong di depan anak tanpa atau kita sadari )
3.kurangnya pendekatan kita selaku orangtua,entah itu karena kesibukan atau apapun tanpa memperhatikan keseharian anak.
mungkin hanya itu yang saya ketahui semoga bisa bermanfaat untuk sahabat dan saya pribadi tentunya...


Beberapa Faktor Penyebab Anak Sulit Belajar

 pada saat anak mulai tidak bisa mengikuti pelajarannya di sekolah,kita sebagai orang tua mulai beranggapan bahwa anak kita malas,dan dengan demikian secara di sadari ataupun tanpa kita sadari mulai menegur sang anak.dan pada akhirnya minta bantuan pada guru les,tanpa tahu apa yang menyebabkan anak kita mengalami kesukaran belajar,sedangkan kemalasan sang anak adalah hanya salah satunya saja.
Hasil gambar untuk anak sukar belajar
ada beberapa alasan kenapa seorang anak merasa begitu sukar untuk belajar diantaranya :

1. faktor yang pertama biasanya mengenai hal kecerdasan,dan kita selaku orang tua mesti bisa menilai kemampuan sang anak dengan tepat,seandainya kita melihat anak telah berusaha belajar dengan tekun namun hasilnya masih kurang maksimal
berarti ada kemungkinan tuntutan belajar sekolahnya melampui kesanggupan dari otak si anak itu sendiri.jadi jangan pernah memaksakannya,ini akan membuat seorang anak merasa tertekan,
2. kadang anak begitu mengalami kesulitan untuk mengikuti pelajaran yang disampaikan para gurunya di sekolah,karena mungkin tidak sesuai dengan pola dan cara belajar anak itu sendiri.( ini mengenai tentang anak yang baru masuk sekolah,
terutama anak TK )kadang anak belajar dengan cara yang berbeda,ada yang kadang cenderung berpikir abstrak,tapi ada juga yang berpikira konkret,kadang belajar berurutan,tapi kadang pula belajar secara acak,seorang guru tidak selalu dapat 
menyampaikan dan menjelaskan materi pelajaran yang cocok untuk setiap anak didiknya,maka dari itu kita sebagai orang tua sangat penting untuk mengenali bagaimana cara belajar dan pola pikir sang anak,dan kita orang tua berusaha mencari cara,bagaimana cara menjelaskannya apa yang telah anak pelajari di sekolah,dan bila setelah kita menjelaskan sang anak mengerti berarti pola pelajaran di sekolah kurang pas dan kita harus kembali membantu memberikan penjelasan di rumah.
3. seorang anak mengalami kesulitan mungkin karena minat belajarnya terbatas hanya pada satu atau dua mata pelajaran saja,yang sebenarnya jika kita buat rata-rata seharusnya anak bisa menguasai sekitar 10 matapelajaran,dan tugas kita sebagai orang tua adalah menolong si anak agar dapat menyerap pelajar lainnya,dan jangan pernak memaksakan anak untuk mendapat nilai tinggi,sebab pada akhirnya dia anak mengembangkan bidang pelajarannya di tingkat pendidikan yang lebih tinggi.
4. ada juga sebagian anak yang mengalami kesulitanbelajar karena suatu alasan pribadi,yang kadang berkaitan dengan pengajar,bisa juga ia tidak menyukai pengajar karena pernah diejek atau dipermalukan,sehingga membuat sang anak tidak dapat menumbuhkan minat belajar pada bidang tersebut,yang pada akhirnya membuat nilai pelajarannya merosot tajam,kembali kita sebagai orang tua untuk membantu anak memisahkan antar pengajar dan apa yang di ajarkan.
5. ada juga seorang anak akan mengalami kesukaran dalam belajar akibat perlakuan temannya yang tidak bersahabat,hingga membuat ia sukar untuk berkonsentrasi,dan membuat iaa merasa takut untuk berangkat ke sekolah.dan berikan ia masukan bagaiman cara mengatasi teman yang tidak bersahabat tersebut,tentu dalam hal ini kita sesuaikan dengan pola pikir sang anak.
6. dan ini adalah salah satu masalah yang bisa membuat seorang anak sukar untuk belajar yaitu,adanya masalah dalam keluarga terutama masalah rumah tangga ke dua orang tuanya,jadi jangansampai problem orang tua menjadi problem sang anak,jadi jauhi atau hindari pertengkaran di depan sang anak.
7. bermain,ini juga bisa menjadi penyebab kesulitan anak untuk belajar sebab biasanya anak berpikir bermain jauh lebih menyenangkan daripada belajar,dan ketersediaan mainan di rumah atau di luar rumah memang terlalu sulit untuk di hindari sang anak,yang pada akhirnya membuat sang anak lebih senang bermain di bandingkan belajar,dan kita sebagai orang tua bertanggung jawab untuk bisa menjaga dan membatasi waktu bermain anak akan tetapi bukan berarti melarang sang anak untuk bermain,karena bermain adalah salah satu cara bagi si anak untuk menyegarkan pikiran dan jiwanya.

sahabat semua biasanya ini terjadi pada anak sekolah usia dini tapi tidak menutup kemungkinan juga bisa terjadi pada anak usia yang lebih dewasa
demikianlah semoga ada yang bermanfaat......

10 POLA ASUH UNTUK ANAK CERDAS

Hasil gambar untuk keluarga ceria
Kecerdasan anak hingga besar nanti dipengaruhi faktor lingkungan dan pola asuh yang diterimanya. Harus bagaimana agar ia tumbuh cerdas? Perhatikan 10 hal ini. 
  1. Bebaskan anak mengeksplorasi lingkungan.Lingkungan menjadi sarana luas bagi anak untuk belajar tentang berbagai macam hal. Eksplorasi di alam memicu anak aktif bergerak juga meningkatkan rasa ingin tahu anak terhadap berbagai aspek kehidupan. Dorong anak mengeksplorasi lingkungan yang baru dikenalnya –misalnya sambil menyusuri sungai, ia belajar tentang sifat air yang mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah.   
  2. Ikuti minat anak. Untuk menggali potensi luar biasa di dalam diri anak, beri dukungan penuh pada bidang-bidang yang disukai anak, kalau perlu ikut berlatih dan menjadi teman berlatih yang menyenangkan untuknya. 
  3. Tuturkan pengetahuan tentang dunia dan isinya. Berikan anak fasilitas dan kesempatan untuk mengenal dunia beserta seluruh aspek kehidupan. Ini membuat anak berpandangan terbuka terhadap berbagai berbagai hal ‘baru’ sesuai perkembangan ilmu pengetahuan.
  4. Bacakan aneka buku pengetahuan secara rutin dengan suara yang keras dan intonasi yang benar. Selain menumbuhkan minat membaca anak, anak juga akan menyerap pengetahuan dari buku untuk menunjang minatnya. Kebiasaan membaca buku juga menanamkan ikatan batin antara Anda dan si kecil.
  5. Jadilah model yang baik. Anak akan meniru orang tuanya. Maka, orangtua wajib menjadi role model atau panutan terbaik bagi anak –dalam seluruh aspek kehidupan sehari-hari. Tunjukkan minat Anda untuk selalu belajar dan menemukan hal-hal baru yang menarik dan kreatif bersama anak. Tunjukkan dan terapkan pola hidup sehat. Tunjukkan pula sikap menghargai serta empati kepada setiap anggota keluarga, orang lain, serta mahkluk hidup lain.
  6. Seringlah bertanya kepada anak. Ajukan beberapa pertanyaan kepada anak yang akan memancingnya untuk memberi jawaban berupa penjelasan yang juga merangsangnya untuk adu argumentasi. Atau ajak dia berdiskusi. Anda dapat memulainya dengan menanyakan secara rinci seputar hal-hal yang ia minati atau yang sedang dilakukannya. Selanjutnya, kembangkan untuk menggali jawaban dan pendapat anak terhadap berbagai hal.    
  7. Beri kesempatan mengambil keputusan. Membiasakan anak untuk mengambil keputusan akan melatih anak untuk belajar sebab-akibat serta tanggung jawab. Melatih anak untuk mengambil keputusan juga akan memicu anak untuk belajar berpikir analitis dengan merangkaikan hal-hal yang sudah dipelajari dan dipahaminya.
  8. Tingkatkan kesempatan bersosialisasi. Semua pengalaman emosional yang diperoleh anak akan mempengaruhi pembentukan jalinan antar sel-sel saraf pada otaknya. Anak butuh kesempatan bersosialisasi seluas-luasnya karena akan memperkaya pengalaman emosional anak, serta sarana untuk belajar mengekspresikan perasaannya. Semakin baik kecerdasan emosional anak, semakin baik pula penyampaian rangsang antar sel-sel saraf pada otaknya.
  9. Cukupi kebutuhan gizinya. Nutrisi untuk otak, terutama DHA, terbukti berperan dalam perkembangan otak anak pada “periode emas”. Berikan konsumsi jenis makanan kelompok brain food, misalnya makanan sumber protein, untuk meningkatkan kemampuan berkonsentrasi, berpikir dan kewaspadaan.
  10. Jaga kesehatan anak. Olahraga atau latihan fisik tidak hanya membuat tubuh anak sehat, tapi juga membuat dia cerdas! Sebab, selain sirkulasi oksigen, gula dan zat gizi menjadi lancar ke seluruh tubuh dan otak, juga akan memicu produksi hormon untuk sel saraf (nerve growth factor). Dengan tubuh sehat, anak memiliki kesempatan luas untuk belajar berbagai hal, serta mengeksplorasi potensi kecerdasan dalam dirinya dengan optimal.

7 Cara Mudah Menjaga Kesehatan Anak


Anak memang lebih mudah terkena penyakit dibandingkan orang tuanya. Salah satu penyebabnya ialah kurangnya pemahaman pada anak untuk menjaga kesehatannya. Sebagai contoh seorang anak tetap merasa nyaman bermain dengan teman atau saudaranya yang sedang sakit. Seorang anak tetap suka minum es walaupun ia sedang tidak sehat. Oleh karena itu sebagai orang tua kita harus pandai-pandai menjaga kesehatan si buah hati agar tidak mudah terserang penyakit.

Untuk menjaga kesehatan anak sebenarnya tidaklah susah (kalau dibandingkan merawat disaat ia sedang sakit). Ada 7 langkah sederhana yang dapat kita lakukan untuk menjaga agar si kecil kuat menghadapi serangan penyakit.
Hasil gambar untuk anak bermain
Berikut 7 langkah mudah (hampir semua orang bisa melakukannya) untuk menjaga kesehatan si kecil
1. Makanan Bergizi yang Cukup
Makanan bergizi tidak harus mahal. Nasi ditambah dengan sayuran yang masih segar (bukan sayuran kemarin atau sayuran yang sudah dipanasi) sudah cukup dianggap sebagai makanan bergizi. Biasakan si kecil suka makan sayur agar tubuhnya tetap sehat. Berbagai sayuran mampu menyediakan vitamin, dan berbagai zat yang baik dan dibutuhkan oleh tubuh.
2. Biasakan Makan Buah
Hampir semua jenis buah memiliki nilai gizi yang baik untuk anak. Buah-buahan tersebut tidak harus mahal. Pisang, jeruk, apel sangat baik untuk kesehatan anak. Bila anak kurang suka makan buah maka hidangkan buah tersebut dalam bentuk jus. Bila tidak memiliki alat untuk membuat jus maka parut saja buah tersebut dan ambil air (sari) nya saja. Sebagai catatan buah yang mudah dikunyah seperti pisan dan pepaya bisa diberikan secara langsung, sementara jeruk sebaiknya diperas saja.
3. Istirahat yang Cukup
Seorang anak kecil masih harus memiliki waktu tidur siang dan malam. Biasakan siang tidur minimal 1 jam dan malam minimal 8 jam. Dengan waktu istirahat yang cukup, tubuh dapat kembali memperbaiki dirinya dan melawan segala gangguan penyakit yang masuk ke tubuh. Anak yang kurang tidur biasanya mudah rewel dan juga mudah sakit.
4. Madu untuk Anak
Khasiat madu sebagai obat alami untuk menjaga kesehatan memang telah terbukti. Pemberian madu secara rutin kepada anak akan membuat anak lebih sehat dan tahan terhadap serangan penyakit.
5. Bersihkan Kamar si Kecil
Secara periodik bersihkan kamar si kecil. Ganti sprei dan sarung bantal guling minimal seminggu sekali dan bersihkan kamarnya dari benda yang tidak berguna. Sapu lantainya sehari dua kali dan pel 2 kali seminggu. Dengan demikian kamar di kecil tetap bersih dan tentu saja nyaman.
6. Buatlah si Kecil Senang
Terus menerus mengurung si kecil di rumah (sekalipun disediakan berbagai macam mainan) akan membuat ia bosan. Ajaklah di kecil jalan-jalan keluar rumah agar hatinya senang. Menyenangkan anak tidak harus mengeluarkan biaya mahal, ajak naik motor ke keramaian atau naik sepur kelinci akan membuat hatinya berbunga-bunga. Pikiran yang bahagia secara tidak langsung juga akan membuat si kecil lebih sehat.
7. Jangan Melindungi Terus
Membiarkan anak bermain tanah atau air akan membuat tubuhnya ‘mengenal’ berbagai kuman, virus, atau bakteri. Dari pengenalan itulah tubuh akhirnya mampu menghasilkan antibodi untuk melawan kuman, virus, atau bakteri tersebut. Dengan demikian anak tidak akan mudah sakit. Hal ini berbeda dengan anak yang selalu dijaga terus. Tubuhnya tidak mampu ‘melawan’ jika ada penyakit datang karena tidak pernah ‘berkenalan’ dengan sumber penyakit.
Namun perlu diingat sebagai orang tua kita tetap memberikan rambu-rambu sampai sejauh mana anak boleh bermain.
Semoga langkah-langkah dapat membuat kesehatan anak Anda terus terjaga.