ANAK MEMBUTUHKAN TIDUR SIANG
Waktu si Kecil masih berusia 1-3
tahun, saya selalu menjadikan tidur siang sebagai salah satu rutinitas setiap
hari. Ini dikarenakan, di masa tumbuh kembang balita yang sudah mulai aktif, anak
berusia 1-3 tahun membutuhkan 10 hingga 13 jam untuk tidur dalam sehari,
termasuk 1 sampai 3 jam tidur di siang hari untuk mencegah si Kecil kelelahan
yang dapat memengaruhi suasana hatinya.
Namun, setelah usianya menginjak
empat tahun, si Kecil menjadi susah sekali disuruh tidur siang. Ia bahkan sudah
mulai bisa mengatakan kepada saya, bahwa ia lebih memilih bermain bersama
teman-temannya ketimbang tidur siang. Benarkah si Kecil sudah tidak membutuhkan
tidur siang? Yuk, kita ketahui lebih jauh fakta mengenai tidur siang untuk anak
berikut ini yang saya dapat dari artikel di internet!
- Sulit tidur siang di usia empat tahun
Adalah normal jika si Kecil
tiba-tiba sulit disuruh tidur siang ketika usianya sudah menginjak empat tahun.
Pasalnya, di usia tersebut, ia sedang aktif-aktifnya bergerak dan rasa ingin
tahunya pun sangat besar. Perkembangan balita di usia tersebut membuat ia
sangat penasaran menyaksikan indahnya dunia dan tidak rela untuk melewatkannya
sedikit pun.
- Kebutuhan istirahat yang berbeda
Ketika saya berkonsultasi dengan
dokter anak, beliau mengatakan bahwa kebutuhan istirahat tiap anak itu berbeda.
Hal ini berkaitan dengan usia si Kecil dan juga durasi tidur, baik di siang
maupun malam hari, misalnya seorang anak bisa mencapai total jam tidur selama
11 jam di malam hari namun ia tak mendapatkan kualitas tidur yang baik pada
siang hari. Sementara, anak lain bisa mencapai total jam tidur selama 9 jam
pada malam hari, namun ia mendapatkan waktu tidur yang berkualitas selama 2 jam
pada siang hari.
- Tingkat aktivitas menjadi faktor pendukung keinginan tidur siang.
Jika waktu total istirahat selama
10-13 jam tersebut tidak terpenuhi ketika si Kecil tidur di malam hari, ia akan
memenuhi jumlah istirahat yang dibutuhkan melalui tidur siang. Ada juga anak
yang tetap membutuhkan tidur siang meskipun jam istirahatnya sudah terpenuhi.
Hal ini tergantung dari seberapa tinggi aktivitas si Kecil di pagi harinya.
Jika ia memang tergolong anak yang aktif dan memiliki banyak kegiatan setiap
harinya, kebutuhan istirahatnya pun akan semakin tinggi.
- Tidur siang baik untuk tumbuh kembang balita.
Jika Ibu bertanya sampai kapan si
Kecil membutuhkan tidur siang, jawabannya adalah selama ia masih tumbuh dan
berkembang. Pasalnya, tidur siang sudah dibuktikan oleh para ahli sangat baik
untuk mendukung proses tumbuh kembang balita. Ya, selain untuk mengembalikan
tenaga setelah lelah beraktivitas, tidur siang pada balita bermanfaat untuk
mengoptimalkan pertumbuhan tubuh dan meningkatkan kemampuan si Kecil dalam
memroses informasi. Tidak kalah penting, balita yang suka tidur siang juga
cenderung tidak rewel dan lebih terjaga suasana hatinya, karena ia memiliki
waktu istirahat yang cukup.
Tips agar si Kecil mau tidur
siang
Untuk ini, saya sempat menerima
saran dari beberapa teman yang juga mengalami hal serupa. Mereka berbagi tips
agar si Kecil mau tidur siang yang ternyata cukup efektif setelah saya coba,
Bu. Berikut tipsnya:
- Ciptakanlah sebuah rutinitas yang konsisten mengenai waktu tidur siangnya, yaitu biasakan ia tidur siang di jam yang sama. Selain menciptakan rutinitas, kebiasaan ini juga membuat si Kecil belajar lebih disiplin.
- Jika si Kecil sulit dibujuk untuk tidur siang, ciptakan momen sunyi di rumah setiap kali ia habis makan siang. Lalu, katakan padanya bahwa tidur siang akan membantunya untuk lebih bertenaga saat main bersama teman-teman di sore hari nanti.
- Usahakan si Kecil tidur siang di tempat yang sama dengan tidur malamnya. Hal ini dilakukan agar si Kecil lebih mudah beradaptasi dan merasa nyaman ketika diminta tidur siang.
- Sediakan “teman” bagi si Kecil ketika ia akan tidur siang, seperti mainan atau buku cerita favoritnya.
- Kurangi cahaya pada kamar si Kecil dengan menutup gorden dan biarkan si Kecil tertidur dengan sendirinya.
Itulah beberapa informasi seputar
tidur siang pada balita yang bisa saya bagikan kepada Ibu semua. Apabila Ibu
memiliki pengalaman ataupun tips serupa, yuk, bagikan dengan ibu-ibu lainnya di
sini. Semoga tumbuh kembang si Kecil semakin optimal ya, Bu!
No comments:
Post a Comment